Sang Pemimpi Yang
Kekanakan
Disini aku ingin membagikan
ceritaku tentang orang-orang yang selalu menemani hari-hariku. Mereka yang
selalu memberikan kebahagiaan maupun mereka yang memberikan pembelajaran dalam
hidup ini.
Aku punya 3 orang sahabat yang
menemani hari-hariku sejak duduk dibangku kelas 2 SMA diusia kami yang masih 16
tahun hingga kini menginjak 24 tahun di tahun 2019.
Sang Pemimpi yang Kekanakan, dia
yang pali tua. Kulitnya putih dan dia cantik dengan caranya sendiri. Dia
terlihat pemalu dan tidak banyak bicara, tapi sebenarnya dia itu cerewet,
kekanakan, tapi juga ambisius. Dia seseorang yang lebih senang menceritakan
hal-hal lucu ataupun menceritakan dunia khayalannya yang terlampau.. hmmm… bisa
dibilang terlalu jauh untuk digapai, hahaha. Dia jarang menceritakan bagaimana
perasaannya atau kehidupan pribadinya jika tidak dipancing.
Hal yang paling menyenangkan
ketika bicara dengannya adalah tentang sastra, kami sama-sama menyukai novel
dan juga menyukai bulutangkis. Terkadang kami membuat cerita khayalan kami yang
terdengar tidak masuk akal dan bisa dibilang alay, hahaha. Dia seseorang yang
sangat memperhatikan penampilan, tapi lucunya dia selalu menggunkan cara-cara
yang menurutku unik dan juga tidak terlalu banyak orang yang tahu.
Meskipun dia masik kekanakan tapi
dia tahu kapan harus bersikap dewasa. Dia juga seorang pemberi nasihat yang
baik. Dia sudah seperti seorang kakak untuk kami meskipun hanya di suatu waktu.
Hal-hal yang aku pelajari dari
hidupnya adalah kehidupan pribadi tak selamanya harus diumbar, impian pun
seperti itu. Seperti dia yang bisa mewujudkan mimpinya berlibur kekorea (tanpa
ada yang tahu), aku juga ingin mewujudkan impianku. Lebih baik menikmati
prosesnya sendirian dan membiarkan orang-orang menilai setelah impian itu
terwujud. Talk Less Do More.



Komentar
Posting Komentar